Wagub Nyatakan Pencemaran Lingkungan Kian Meningkat

Bandung, (GNI)- Wakil Gubernur Jabar, Dede Yusuf, mengatakan saat ini di Jabar kondisi pencemaran lingkungan kian meningkat.
Upaya mengatasi hal tersebut, sudah direalisasikan melalui pembentukkan regulasi, di tahun 2004 saja telah diterbitkan Perda tentang Pencegahan Pencemaran Air. Namun, dengan hanya mengandalkan aturan itu saja serta hanya direalisasikan melalui peran pemerintah belum mampu menuntaskan pencemaran air.
Dalam rangka merespon dan membuat solusi atas masalah tersebut, sejak tahun 2005 telah dibentuk Pengendali Manajer lingkungan, melalui kegiatan pelatihan sekarang sudah tercatat adanya 250 orang pengendali manajer lingkungan. Melalui kegiatan yang kontinu serta melalui partisipasi dari negara luar yaitu Negara Jepang melalui organisasi Jetro harapannya jumlah pengendali manajer lingkungan terus bertambah.
Program pengendalian lingkungan, melalui pembentukkan pengendali lingkungan Jabar menjadi Pylot Project sehingga Provinsi lain di Indonesia juga turut mengembangkan program tersebut.
Wagub, menambahkan seiring dengan perkembangan dunia industri yang kini tercatat 24.000 industri yang beroperasi di seluruh Kabupaten/Kota, program pengendalian lingkungan merupakan kebutuhan mendesak.
Dengan terbentuknya Pengendali manajer lingkungan, pencemaran air secara bertahap dapat diantisipasi. Selanjutnya, sejalan dengan kontinuitas program pengendalian lingkungan untuk saat ini difokuskan pada pengendalian pencemaran udara.Harapannya, program-program tersebut dapat didukung oleh dana yang bersumber dari APBN maupun APBD.
Sementara itu, Kepala BPLHD Jabar, Setiawan Wangsaatmadja dalam keterangannya secara terpisah mengataka dari berbagai jenis pencemaran yang terjadi di Jabar, dari jenisnya terberat terjadi pada komponen air. Pencemaran terberat ada di waduk-waduk seperti Saguling.Dalam rangka penanggulangannya, dibutuhkan peran dari lintas sektor.

Comments {+}
Leave a Response