Wagub Jabar : Peredaran narkoba Sulit Diberantas

Bandung, (GNI)- Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf mengakui, peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) paling sulit diberantas. Hal ini dikarenakan peredaran barang haram tersebut bisa berlangsung disembarang tempat dan melibatkan berbagai kelompok umur.
Namun dari hasil evaluasi yang kita lakukan, kelompok umur remaja merupakan paling dominan sebagai pengguna atau paling tidak pernah mencicipi narkoba, ungkap Dede Yusuf yang juga Ketua Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jawa Barat pada Pembentukan Desa Siaga Narkoba di Kecamatan Cicalengka, beberapa waktu lalu.Dede Yusuf mensinyalir, pengguna narkoba sekarang ini sudah mulai merambah kaum ibu-ibu. Sebagian dari mereka menurutnya, mengkonsumsi pil Dextro secara berlebihan. Terjunnya kaum ibu mengkonsumsi narkoba, sebagian besar karena alasan rumah tangga yang kurang harmonis.
“Karena benteng keimanannya rapuh, maka dengan sangat mudah tergelincir kedalam penyalahgunaan obat-obatan terlarang,” ucap Dede Yusuf.
Kehidupan remaja sekarang ini menurut Dede Yusuf tengah menghadapi berbagai tantangan yang cukup berat. Tantangan tersebut meliputi munculnya ajaran keagamaan yang tidak benar atau sesat seperti halnya kelompok teroris.
Tantangan lain berupa ajaran radikalisme disamping merebaknya narkoba dikalangan remaja.
Dia mengungkapkan kasus narkoba di Jawa Barat pada tahun 2009 tercatat sekitar 5.000 kasus, menginjak tahun 2010 turun menjadi 3.300 kasus. Dia mengharapkan kasus tersebut pada tahun mendatang bisa turun dengan upaya keterlibatan semua pihak untuk ikut peduli mencegah maraknya peredaran narkoba.
Share this : Share [refer to site map]
Comments {+}
Leave a Response