Sejak 4 Tahun Lalu Unindra Sudah Antisipasi Adanya NII
Untuk mengantisipasi maraknya masuknya unsur-unsur pergerakan atau membuat suatu Negara Baru di Indonesia, Universitas Indraprasasta Punya Cara Sendiri untuk menghadapinya . Isu gerakan Negara Islam Indonesia (NII) yang diduga masuk ke kampus-kampus dan mencari mahasiswa baik baru maupun lama sebagai masanya, sebenarnya sudah lama terjadi. Di Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) diperkirakan sudah sejak 4 tahun lalu ada gerakan ini. Justru yang sekarang digembar-gemborkan itu ketinggalan.
Untuk mengantisipasi maraknya masuknya unsur-unsur pergerakan atau membuat suatu Negara Baru di Indonesia, Universitas Indraprasasta Punya Cara Sendiri untuk menghadapinya .Isu gerakan Negara Islam Indonesia (NII) yang diduga masuk ke kampus-kampus dan mencari mahasiswa baik baru maupun lama sebagai masanya, sebenarnya sudah lama terjadi. Di Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) diperkirakan sudah sejak 4 tahun lalu ada gerakan ini. Justru yang sekarang digembar-gemborkan itu ketinggalan.
"Di Unindra sudah ada sejak 4 tahun lalu, sejak itu sampai sekarang kami terus memasang sepanduk yang berisi mengingatkan bahwa mahasiswa dihimbau untuk tidak mengikuti NII," kata Unindra Prof Dr H Sumaryoto kepada globalnews beberapa pekan yang lalu, di Jakarta.
Aliran NII sendiri di mata Sumaryoto, merupakan ajaran yang menyimpang baik dilihat dari segi agama maupun kenegaraan. Oleh karena itu ia sangat menghimbau mahasiswanya untuk tidak bergabung dalam aliran ini.
"Secara preventif sudah dilakukan melalui dosen-dosen agama dengan menjelaskan kepada mahasiswa bahwa ajaran itu tidak benar sehingga harus dihindari dan dicegah serta tidak perlu diikuti," paparnya.
Ia menegaskan bahwa aliran itu merupakan gerakan radikal atau bahkan sudah dikatakan gerakan criminal, karena kalau orang yang sudah bergabung kemudian tidak mau datang lagi ke ajaran itu maka dilakukan penjemputan secara paksa. "Ini sudah merupakan pemaksaan, penipuan dan criminal dan ini mestinya negara sudah masuk untuk membenahi, itu sudah wilayah aparat keamanan," jelasnya.
NII di Unindra memang nyata adanya, NII ini lanjut Sumaryoto, modusnya lebih pada penipuan dan pemerasan yang berkedok agama. "Saya khawatir juga hal-hal semacam ini sengaja diciptakan oleh pihak-pihak lain untuk menjatuhkan islam, karena islam tidak mengajarkan seperti penipuan dan terorisme. Islam sangat menghargai perbedaan, sedangkan NII ini menganggap orang yang berbeda dengannya kafir," tegasnya.
Momentumnya NII ini sebenarnya terjadi di luar kampus, kalau sudah ada indikasi seorang mahasiswa terlibat dan masuk maka akan segera diberitahu kepada orang tuanya, karena orang tuanyalah yang berhak menegor, ataupun memarahi mahasiswa tersebut. Sedangkan di kampus terbatas kepada masalah proses belajar mengajar saja.
Nantinya Unindra juga nanti akan membuat buku kecil yang akan dibagikan kepada seluruh mahasiswa sebagai tuntunan dan panduan dalam menyikapi tentang NII. Karena dalam keadaan semacam ini mahasiswa dan masyarakat sudah saatnya memerlukan perlindungan.
Sumaryoto mengelak kalau isu ini sengaja dimunculkan bertepatan dengan hari pendidikan nasional yang jatuh pada 2 mei. "Ini kebetulan saja, karena NII ini masuk di semua sektor, mulai PNS, mahasiswa, birokrasi dan lain-lain," pungkasnya
Share this : Share [refer to site map]
Comments {+}
Leave a Response