Fraksi PKB Desak Pemerintah Turun Tangan Selamatkan PSSI
Jakarta (GNI),- Terkait adanya kisruh pada Kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), pada Hari Jum’at kemarin. Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPR RI, Marwan Ja'far, mendesak pemerintah untuk segera selamatkan PSSI dan keberlangsungan persepakbolaan nasional.
"Pemerintah harus menyelamatkan muka PSSI dan persepakbolaan nasional. Jangan sampai masalah martabat bangsa ini dipasung, dihambat, dan dihancurkan oleh oknum-oknum tertentu," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/05/2011).
Marwan yang juga pencinta sepakbola mengajak publik menggelorakan "revolusi" PSSI yang antara lain menyatakan bahwa kongres PSSI belum juga berhasil menentukan kepengurusan PSSI yang baru. Kongres diberhentikan dan tidak menghasilkan keputusan apa-apa.
"Tentunya ini sangat memprihatinkan bagi persepakbolaan nasional. Di samping memprihatinkan, tentu ini sangat mencemaskan, menggemaskan, dan mengecewakan Bangsa Indonesia, khususnya masyarakat pecinta sepak bola," ujarnya.
Masyarakat Indonesia, dikatakan Marwan, sangat mendambakan kepengurusan PSSI yang solid dan sungguh-sungguh mengurus sepak bola, tanpa kepentingan tertentu, tanpa kepentingan bisnis dan politik tertentu. Hal itu, lanjutnya, supaya sepak bola nasional diperhitungkan secara internasional.
"Bangsa ini sudah sangat mendambakan sepak bola kita berprestasi, membawa piala dalam kejuaraan-kejuaraan tertentu, sampai-sampai masyarakat pecinta sepak bola sudah meneteskan air liur untuk melihat kehebatan sepak bola nasional dalam kancah internasional," imbuhnya yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKB itu.
Para pengurus Komite Normalisasi PSSI harus bertanggungjawab terhadap terselenggaranya kongres yang beradab dan bermartabat demi persepakbolaan nasional. Ia mengatakan, jangan sampai PSSI kena hukuman FIFA, tidak boleh bertanding pada level nasional dan internasional.
"Kalau ini yang terjadi, masyarakat Indonesia wajib mengutuk Komite Normalisasi, pengurus PSSI pusat dan daerah yang membikin persepakbolaan nasional menjadi stagnan dan tidak boleh bertanding di level nasional dan internasional," katanya. Ia mengatakan, revolusi PSSI sebagai kebutuhan wajib.
Ia mengatakan, FIFA harus mengambil alih kongres PSSI dalam batas waktu tertentu, jika Komite Normalisasi tidak bisa menyelenggarakan kongres dengan baik dan benar. FIFA harus bertindak fair, adil, dan bijaksana dalam menghadapi kemelut di PSSI.
Ia mengatakan, pemerintah harus mengambil alih, jika Komite Normalisasi tidak sanggup lagi menyelenggaarakan kongres.
Ia menyatakan, pemerintah harus menyelamatkan muka PSSI dan persepakbolaan nasional.
Namun, katanya, pemerintah tidak boleh melakukan intervensi yang melanggar aturan main FIFA.
"Pemerintah sebagai fasilitator supaya PSSI kembali bermartabat," katanya.
Ia meminta semua pihak menahan diri demi prospek persepakbolaan nasional yang lebih cerah. "Jangan ada pihak yang memaksakan kehendak di luar aturan main yang berlaku (statuta FIFA dan statuta/AD-ART PSSI, red)," katanya.
Ia mengatakan, para pesepak bola nasional menghindari demoralisasi, patah semangat, tidak bergairah lagi, tergerus spirit latihan dan bertandingnya, kehilangan spirit nasionalisme dan putus asa, apatis, gara-gara melihat PSSI makin kisruh terus dan tanpa berakhir secara elegan serta bijaksana.
"Mari kita gelorakan 'revolusi PSSI!'. Mari kita selamatkan PSSI!," kata Marwan Ja'far.

Comments {+}
Leave a Response