PPSKI: Video Kekejaman Pemotongan Sapi, Diduga Hasil Rekayasa

Medan (GNI),- Terkait adanya polemik soal kekejaman pemotongan sapi Australia di beberapa rumah potong hewan (RPH) di Tanah Air terus bergulir. Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Sumatera Utara (Sumut) menemukan informasi bahwa video yang ditayangkan oleh TV Swasta Australia tersebut, diduga hasil rekayasa.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPD Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Sumatera Utara Elianor Sembiring kepada wartawan, Minggu (05/06/2011).
"Itu yang saya tanya kepada unit pemotongan hewan, dibayar untuk melakukan itu. Itu suatu rekayasa saya tidak tahu apa tujuannya. Orangnya akan kami lindungi, dia dibayar Rp 50.000 per orang, ini di RPH Binjai," tegasnya.
Elianor menambahkan, bahwa temuannya ini ia peroleh setelah pihaknya melakukan investigasi langsung ke tiga RPH yang ada di Sumatera Utara. Ia berhasil menemukan seorang penjagal yang mengaku telah dibayar oleh pihak yang mengambil gambar video kekerasan sapi Australia.
"Ada orang yang dibayar, keluar dari mulut dia sendiri, ada 3 orang. Itu bule-nya (orang asing) yang langsung turun. Mereka (penjagal) ber-action action lah," katanya.
Namun ia menegaskan, belum bisa memastikan siapa yang melakukan rekayasa video tersebut. Justru Elianor meminta agar pihak kepolisian segera terjun melakukan penyelidikan karena kasus tersebut telah meresahkan masyarakat.
"Makanya kami menyatakan akan membentuk tim investigasi yang akan dilanjutkan ke kepolisian. Adanya kasus ini seolah-olah kita ini biadab. Saya tak mau masyarakat jadi tak mau makan daging," katanya.
Ia juga mengatakan dampak kasus ini telah mempengaruhi proses pemotongan sapi di Sumatera Utara. Misalnya di RPH Medan telah terjadi penurunan kegiatan pemotongan dari rata-rata 90-100 sapi per hari sekarang hanya 3-15 sapi per hari atau rata-rata terjadi penurunan hingga 45% di wilayah tersebut.
"Saya kecenderungan ada rekayasa dari mereka, kami sudah mendapatkan pengakuan," katanya.
Video proses pemotongan sapi di beberapa RPH yang ditayangkan pada program ABC's Four Corners terkait kekerasan sapi sebelum dipotong sempat membuat heboh. Masalah ini melebar menjadi penghentian sementara pengiriman sapi bakalan ekspor Australia ke beberapa rumah potong hewan yang diduga melakukan kekerasan.
Dalam program televisi ABC's Four Corners pada Senin (30/05/2011), tayangan tersebut memunculkan bagaimana sapi-sapi ternak itu menderita saat dipotong karena matanya dicungkil, kepala sapi ditendang-tendang, buntutnya ditekuk, pemotongan lehernya dilakukan secara brutal dan tindakan kekerasan sapi lainnya.
Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) Joni Liano mengatakan selain RPH Mabar di Medan, RPH Bayur Tangerang dan RPH Herman Lampung, ada 9 RPH lainnya yang distop pengiriman sapi Australia yaitu RPH Gondrong Tangerang, Zidin Karo Sumatera Utara, Tani Asli Deli Serdang, Binjai Sumut, Mataram NTB, Taliwang Sumbawa, Bubulak Bogor, Depok, Zbeef Lampung.

4:01 pm