Pertemuan Antara ASELI dan PPPGL, Hasilkan Rumusan Potensi Energi Laut Nasional Telah Diratifikasi

Bandung (GNI),- Meskipun luas wilayah laut Indonesia tiga kali lebih besar dari luas daratan, namun kegiatan pemanfaatan energi laut untuk pembangkit lisrtik belum berkembang. Pijakan pengembangan energi laut sebenarnya telah tersedia dalam UU No. 30/2007 tentang Energi maupun UU No. 17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Namun kenyataanya, peta jalan pengembangan energi laut dan Rencana Umum Kelistrikan Nasional belum mengakomodasi pemanfaatan energi laut. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya belum tersedianya informasi potensi energi laut yang secara ekonomis dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik.
Hal tersebut diungkapkan oleh Prof. Dr. Mukhtasor, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), kepada 'GNI" disela-sela acara Lokakarya Perhitungan Sumberdaya Energi Laut kerjasama ASELI dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL) di Hotel Gunung Putri Lembang, baru-baru ini. Lokakarya tersebut telah mengidentifikasi beberapa jenis sumber energi laut yang dapat dimanfaatkan untuk ketenagalistrikan di Indonesia, yang terdiri dari tenaga gelombang laut, tenaga arus laut dan tenaga panas laut.
Tampak hadir pada lokakarya tersebut berbagai ahli kelautan dan keenergian, diantaranya dari Dewan Energi Nasional, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, Puslitbang PLN, BPPT, Kementerian Ristek, BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan dari Perguruan Tinggi, diantaranya adalah ITS, ITB, dan Universitas Darma Persada.
Lebih lanjut Prof. Dr. Mukhtasor menjelaskan bahwa lokakarya tersebut memetakan potensi energi laut baik secara teoritis maupun secara praktis, setelah mempertimbangakan kebutuhan untuk pelayaran dan kondisi dasar laut. Aspek ketersedian teknologi yang telah ada secara komersial tersedia di pasar internasional juga menjadi perhatian didalam penentuan potensi energi tersebut.
“Asosiasi telah meratifikasi metodologi perhitungan dan besaran potensi energi laut nasional.Hasil lokakarya ini akan menjadi masukan untuk pemerintah dan dunia usaha dan diharapkan menjadi angka potensi energi laut yang disepakati secara nasional sebagai basis penyusunan Kebijakan Energi Nasional.”, ujar pria yang juga Ketua Asosiasi Energi Laut Indonesia (ASELI) dan Profesor jurusan Teknik Kelautan ITS itu.
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh asosiasi tersebut, secara teoritis, total sumberdaya energi laut nasional sangat melimpah, meliputi energi dari jenis panas laut, gelombang laut dan arus laut, yaitu mencapai 727.000 MW. Namun demikian, potensi energi laut yang dapat dimanfaatkan dengan menggunakan teknologi sekarang dan secara praktis memungkinkan untuk dikembangkan, berkisar antara 49.000 MW. Diantara potensi sedemikian besar tersebut, industri energi laut yang paling siap adalah industri berbasis teknologi gelombang dan teknologi arus pasang surut, dengan potensi praktis sebesar 6.000 MW.
Nilai potensi sebesar itu dihasilkan dari perhitungan yang hati-hati berdasarkan survei lapangan. Hal itu dibenarkan oleh Ir. Subaktian Lubis, Msc, Kapus PPPGL. Bahwa dalam kaitannya dengan eksplorasi sumberdaya energi laut PPPGL telah aktif melakukan penelitian dan pengembangan energi laut dibeberapa selat-selat potensial di Indonesia. "Kegiatan ini dilakukan baik secara mandiri dilingkungan ESDM maupun bekerjasama dengan lembaga relevan yang lain. Hasil-hasil survei lapangan kami telah dipakai untuk memvalidasi perkiraan-perkiraan teoritis yang dikembangkan oleh para ahli." Katanya.
Selama ini sebagian orang ragu akan potensi itu oleh karena menganggap bahwa tantangan kesulitan dilaut belum mampu dikelola dengan kemajuan teknologi yang ada. Menurut Dr. Ir. Erwandi, Kepala BPPH-BPPT, hal ini tidaklah benar. “Teknologi energi laut di dunia Internasional telah berkembang pesat. BPPT telah mulai melakukan pengkajian jenis-jenis teknologi ini untuk kemungkinan diterapkan di Indonesia. BPPT dan perguruan tinggi seperti ITS dan ITB juga telah mengembangan jenis teknologi energi laut dalam negeri untuk mengembangkan kemampuan nasional dibidang industri energi laut. Kami optimis bahwa potensi energi laut yang telah diidentifikasi dan diratifikasi oleh para ahli ini dapat menjadi pegangan pemerintah dan dunia usaha untuk mempercepar realisasi pemanfaatan energi laut di Indonesia”.

Comments {+}
Leave a Response