Pasca Mudik Lebaran Kecelakaan Meningkat
Jakarta, (GNI) – Pasca arus mudik lebaran 2011, kecelakaan lalus kian meningkat. Angka kecelakaan dibandingkan tahun sebelumnya lebih tinggi ketimbang tahun sekarang.
Markas Besar Polri merilis kasus kecelakaan selama H-7 hingga Hari Lebaran tahun ini naik 34,61% dibanding periode yang sama tahun lalu.Sebagian besar kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor.
Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Umum Mabes Polri Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana mengungkapkan, pada 2010 kecelakaan lalu lintas terdata sebanyak 2.060 kasus,sedangkan tahun ini 2.773 kasus. “Namun, jumlah korban tewas turun 9,03% dari 476 jiwa pada 2010 menjadi 433 korban tahun ini,” ujar Yoga di Jakarta Kamis, kemarin.
menurutnya, adapun korban luka berat bertambah 134 orang (22,52%) dari 595 korban tahun lalu menjadi 729 orang tahun ini. Sedangkan korban luka ringan naik hingga 67,62% dari tahun lalu. ”Pada 2010 sebanyak 1.112 orang dan 2011 1.864 orang,”ungkapnya.
jalur Jabar Merayap Sementara kemarin arus lalu lintas di jalur selatan Jawa Barat padat merayap, terutama di kawasan Nagreg,Kabupaten Bandung. Antrean kendaraan warga yang berwisata dan bersilaturahmi mendominasi arus lalu lintas di kawasan itu berbaur dengan kendaraan arus balik yang mulai meningkat.
” Kepadatan di Nagreg luar biasa,terutama petang hari saat arus balik dari wisata kembali masuk Bandung,”ujar Kabag Operasional Polres Bandung Kompol Herman kemarin. Kemacetan di jalur selatan berlangsung sejak kemarin pagi, mulai dari kawasan Cileunyi hingga mengakibatkan antrean kendaraan di pintu Tol Cileunyi.
Kendaraan menumpuk untuk masuk ke jalur selatan dan tengah. Kepadatan di kawasan Nagreg terjadi untuk kedua arah dan lebih padat dibandingkan pada Rabu (31/8). Kendaraan pemudik roda empat maupun roda dua mulai mengalir deras dari daerah Priangan dan Garut berbaur dengan arus kendaraan warga lokal.
Kawasan Cikaledong kewalahan mengalirkan arus lalu lintas yang mengantre hingga kawasan Limbangan,Garut. Meski padat,arus lalu lintas terus bergerak dengan kecepatan di bawah 10 km per jam.
Sesekali arus lalu lintas bahkan stagnan saat diberlakukan sistem buka-tutup-buka yang berlangsung masingmasing 30 menit.”Jalur Nagreg mulai memasuki puncak arus balik, diprediksi puncaknya mulai hari ini hingga Minggu,” kata Herman.
Demi memecah kepadatan arus lalu lintas dari arah timur, aparat kepolisian me-ngarahkan kendaraan dari kawasan Tasikmalaya melalui jalur Garut dan jalur alternatif Malangbong – Sumedang, termasuk memfungsikan jalur alternatif Cijapati dari Kadungora - Cikancung untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas dari Garut.
Kapolres Bandung AKBP Sony Sonjaya menyarankan agar para pengemudi dari arah timur untuk memilih jalur alternatif Cijapati lantaran kemacetan di jalur Nagreg pada H+2 Lebaran diprediksi makin menumpuk. “Jalur alternatif Cijapati diprioritaskan untuk kendaraan dari Garut menuju Bandung agar volume kendaraan dapat terkurangi dan lebih menampung volume kendaraan,” kata Sony.
Share this : Share [refer to site map]
Comments {+}
Leave a Response