Wujudkan Bumi Pertiwi Bebas dari Korupsi, 600 Umat Lintas Agama Lakukan Do'a Bersama
Jakarta (GNI),- Guna mewujudkan bumin pertiwi terbebas dari segala bentuk kejahatan dan perilaku buruk umat manusia. Salah satunya kegiatan korupsi, sebanyak 600 umat lintas agama menggelar doa bersama, di depan pelataran Monas yang menghap Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, hari ini, Rabu (14/9/2011).
Doa bersama yang tujukan untuk membersihkan bumi pertiwi dari segala kejahatan, dan perilaku buruk umat manusia, salah satunya korupsi, dihadiri oleh umat beragama pemeluk agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.
"Kita mendoakan agar keadaan buruk bangsa ini semoga bisa dihilangkan, seperti korupsi, konflik horisontal seperti di Ambon kemarin, kami disini dalam rangka untuk mendoakan agar hilang itu semua," tutur Anggota Panitia Pelaksana Bersama Puasa dan Doa Umat Beragama untuk Perubahan dan Kesejahteraan Indonesia, Ahmad Kasino, kepada wartawan yang ditemui di lokasi doa bersama, Rabu (14/9/2011).
Ia merinci, ke 600 umat beragama yang menghadiri acara doa dan puasa bersama ini, adalah 100 orang umat Hindu bali, 200 orang umat Islam dari pondok pesantren KH Damanuri, 100 orang umat Kristen Protestan, 100 umat agama Katolik, dan 100 orang umat Budha yang berasal dari Lampung. "Totalnya 600-700 orang," ucapnya.
Dalam acara puasa dan doa bersama yang diadakan oleh Panitia Bersama puasa dan Doa Umat Beragama untuk Perubahan dan Kesejahteraan Indonesia, terlihat kehadiran Menteri Kordinator Perekomian di era Presiden Gus Dur, Rizal Ramli.
Kepada wartawan yang menemuinya di sela-sela acara, ia mengatakan acara doa dan puasa bersama ini digelar guna membersihkan Ibu Pertiwi dari kejahatan. "Negara kita sedang sakit, banyak masalah. Dan kawan-kawan rohaniawan ingin sama-sama berdoa dan berpuasa selama tiga hari berturut supaya bumi pertiwi ini bersih. Bersih dari segala macam kejahatan," katanya.
"Kami juga berdoa dan berpuasa supaya perubahan terjadi sekarang juga. Saya mohon ijin kepada Tuhan supaya doa kita dikabulkan. Ini gerakan multikultural yang menginginkan perubahan," lanjutnya.
Share this : Share [refer to site map]
Comments {+}
Leave a Response