Munculnya Isu Pemekaran Bandung Timur, Jangan Sampai Ada Pengaruh Gerakan Politik

Bandung (GNI),- Terkait munculnya kembal isu pemekaran wilayah di Kabupaten Bandung Timur, baru-baru ini. Mendapat respon beragam dari berbagai kalangan, mulai dari; Petani, Pegawai, Pedagang, Aktivis Organisasi Parpol, dan Ormas/LSM yang berada di Wilayah Bandung Timur.
Seperti yang terlontar dari mulut, seorang aktivis yang juga prkatisi pendidikan di Wilayah Bandung Timur, yakni, Drs. Asep Turniawan atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Kang Eet”. Menurutnya, bahwa adanya isu pemekaran di walayah Bandung Timur tersebut, jangan sampai ada pengaruh dari gerakan politik.
“Tetapi harus murni pada gerakan moral yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat lebih sejahtera.” Katanya ketika ditemui “GNI”, di Bandung, Jum’at (23/09/2011).
Perwujudan pemekaran wilayah tersebut, dikatakan Kang Eet, terlebih dahulu harus memiliki dasar yang kuat, seperti; mengacu kepada peraturan perundang-undangan tentang otonomi daerah, serta ditunjang dari berbagai aspek yang menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) di wilayah tersebut.
Selain itu juga, dikatakan Kang Eet, bahwa yang namanya pemekaran wilayah itu, tidak segampang membalikan telapak tangan. “Mungkin bisa kita dijadikan contoh bagi referensi seperti, pemekaran Kabupaten Bandung Barat (KBB), KBB melakukan pemekaran dikarenakan telah siap dari berbagai aspek dan juga KBB telah ditunjang persetujuan dari Pemerintah Pusat. Makanya, KBB pantas untuk dimekarkan.”
Pemekaran perlu syarat normatif dan faktual
Sementara itu, masih dikatakan Kang Eet, untuk mewujudkan pemekaran wilayah tersebut, selain pertimbangan dari berbagai aspek. Syarat lain pun harus ditunjang, seperti; syarat normatif dan syarat faktual.
Yang dimaksud syarat normatif, yakni syarat yang berpedoman kepada perundang-undangan bil khusus mengacu kepada Kemendagri tentang Otonomi Daerah, sedang syarat faktual, yakni syarat yang berpedoman kepada jumlah penduduk atau luas wilayah serta aspek yang menunjang kepada jalanya roda perekonomian di wilayah tersebut.
Untuk itu, Kang Eet menambahkan, bahwa dengan adanya mencuatnya kembali isu pemekaran di wilayah Bandung Timur, dirinya menginginkan lebih kepada “Perpekstif Positif Masyarakat Bandung Timur” . “Jangan sampai isu tersebut, digembor-gemborkan kepada kepentingan politik semata.”Tandasnya.
Share this : Share [refer to site map]
Comments {+}
Leave a Response