Green Economy Jadi Bahasan Penting dalam Tunza Indonesia 2011
Bandung, (GNI) - Green Economy menjadi bahasan penting dalam Konferensi Internasional Anak dan Pemuda Tunza Indonesia 2011 di auditorium Sabuga Bandung.
Menteri Negara Lingkungan Hidup Muhammad Hatta mengatakan Indonesia, dalam hal ini Bandung dipilih sebagai lokasi konferensi karena keseriusan pemerintah dalam melaksanakan ekonomi hijau.
Dia mencontohkan kebijakan pemerintah yang akan merubah penggunakan energi terbarukan seperti matahari dan panas bumi sebagai pembangkit listrik dimasa depan.
“Presiden sudah memerintahkan paling tidak 48 persen lintrik dari goethremal,” katanya dalam konferensi pers usai pembukaan konferensi.
Achim Steiner perwakilan dari UNEP menyatakan hasil dari konferensi lingkungan bagi anak dan pemuda akan dibawa ke konferensi di Brasil tahun depan.
“Apa yang dihasilkan di Bandung akan dibawa dalam konferensi lingkungan di Rio-Brazil pada Juni 2012 mendatang. Sehingga saya harap anak dan pemuda yang hadir mampu memberikan ide dan kritik terkait pengelolaan lingkungan dan green economy,” ujarnya.
Dalam rangkaian Tunza 2011, diresmikan pula Deklarasi Baksil sebagai Hutan Kota Dunia di Kawasan Babakan Siliwangi, Bandung. Konferensi ini dihadiri 1.500 peserta anak dan pemuda dari 150 negara.
Share this : Share [refer to site map]

Comments {+}
Leave a Response