Kemarau Panjang, 40 persen Petani Kehilangan Mata Pencaharian
Ciamis, (GNI) – Kemarau yang berkepanjangan membuat khawatir bagai para petani padi di Jawa Barat. Misalnya wilayah Kabupaten Ciamis dan sekitarnya membuat sekitar 40% petani harus kehilangan mata pencaharian dari tani nya sendiri.
Kekeringan tersebut diakibatkan dari sawah para petani ini mengering dan hasil panen tanaman palawija tidak banyak membantu. Misalnya Nurahman 50, seorang petani Bojong Gaok,Desa Gunung Cupu, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis misalnya. Selama musim kemarau sekarang ini,dirinya hanya bisa memandangi sawahnya yang sudah kering semenjak kemarau panjang.
Selain itu, beberapa pohon palawija yang coba ditanamnya juga meranggas berwarna kecokelatan. “Kami sudah tidak punya harapan untuk panen musim ini.Kemarau terlalu kuat,tanaman palawija juga mati,”kata Jaelani,kemarin. Jaelani mengungkapkan, sejak kemarau panjang melanda wilayah Sindangkasih banyak petani yang tidak bekerja, mereka terpaksa menganggur tanpa aktivitas apapun.
“Jumlahnya di desa kami saja bisa mencapai 40% dari total keseluruhan.Sisanya,ada yang ikut menjadi kuli bangunan atau menjadi pedagang keliling,” ungkap Jaelani. Kendati demikian, dirinya masih merasa beruntung karena pasokan pangan untuk keluarganya masih bisa mencukupi.
Share this : Share [refer to site map]

Comments {+}
Leave a Response