Sonny Mariana : Bekerja Keras dan Iklas
Bandung (GNI),- Perempuan dijaman seperti sekarang ini, harus cekatan dan pandai dalam berbagai aktivitas, sebagiamana lazimnya dilakukan oleh kaum adam. Seperti yang dilakukan oleh salah satu sosok aktivis perempuan di Kota Bandung, yakni Sonny Mariana, SS (37), kesehariannya harus disibukan dengan berbagai kegiatan sosialnya di luar rumah. Sonny Mariana yang juga sebagai Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bunga Bangsa. Dirinya punya motto dalam beraktivitas, sebagai aktifis, yakni “harus bekerja keras dan iklas”.
Nama Sonny Mariana sudah tidak asing lagi di Kota Bandung sebagai aktivis perempuan. Karena, program kegiatan sosial kemasyarakatan tanpa harus mengenal lelah sedikit pun. Teh Sonny sapaan akrabnya.
Menurut Teh Sonny, ketika diotemui di Rumah Makan Ponyo, Sabtu kemarin, bahwa seorang sosok pekerja keras dimana dalam kesibukanya harus mengorbankan keluarga tercintanya, bahkan waktu luang untuk kumpul keluarga pun susah dengan melihat waktu yang begitu padat dari pagi pulang sore bahkan sampai malam.
Selain seorang Aktivis di LSM Bunga Bangsa, teh Sonny rupanya mempunyai kesibukan lain yaitu, Ketua Umum Advokasi Pendidikan dan Kesehatan, dimana lembaga tersebut di bawah naungan LSM Bungan Bangsa yang ia pegang selama ini telah berjalan selama sekitar lima tahun. maka dengan banyaknya aktivitas. "Teteh enjoy saja dan harus semangat apa lagi mendapat dukungan dari keluarga terutama suami saya sendiri."Katanya sambil tersenyum.
Menurut teh Sonny, Lembaga Advokasi Pendidikan dan Kesehatan lebih kepada kegiatan sosial ke masyarakat yang mana masyarakat memerlukan bantuan kami seperti, tidak mampu harus di rawat ke rumah sakit , orang tua murid kurang mampu biaya ingin anaknya masuk sekolah.
Selama berdiri sejak tahun 2005, maka Advokasi pendidikan dan kesehatan telah membatu masyarakat kurang mampu lebih dari 40 % se- kab/kota di Jabar. Bahkan baru-baru ini, lembaganya tersebut telah membantu satu anak di kota bandung harus di operasi jantunganya yang memerlukan biaya cukup besar, Alhamdulliah berkat bantuannya tersebut si anak kini bisa di rawat di rumah sakit Jantung Indonesia di Jakarta yang tadinya harus di rawat di rumah. “itu merupakan anugrah baginya, karena berdirinya lembaga tersebut banyak sekali manfaat bagi warga yang membutuhkan,” tandasnya.
Berdirinya lembaga tersebut, dikatakan Teh Sonny, adalah untuk mendata warga mana yang kurang mampu betul-betul memerlukan pertolongan. Akan tetapi warga yang seperti apa dulu yang harus kita tolong. “ lembaga ini merupakan sebuah kajian bagi warga miskin,” kata teh Sonny.
Keinginan teh Sonnya, lembaganya tersebut betul-betul ingin mementingan bagi masyarakat pad umumnya. Bukan hanya untuk kepentingan semata. Jadi programnya yang jelas saja, intinya bekerja keras dan iklas itu saja, jelasnya.
Share this : Share [refer to site map]

Comments {+}
Leave a Response