Adanya Banjir di Jakarta, Presiden Minta Gubernur Segera Atasi
Jakarta (GNI),- Terkait adanya banjir yang melanda kawasan Jakarta Selatan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar Wakil Presiden Boediono dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dapat segera mengatasi banjir yang melanda kawasan tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Presiden kepada Wapres dan Gubernur DKI Jakarta di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, (31/10/2011) sebelum bertolak menuju Prancis.
"Saya bicara dengan Wapres, saya dengar ada banjir di wilayah Jakarta Selatan, ...saya minta Wapres untuk meminta Gubernur untuk atasi dengan baik," katanya.
Kepala Negara kemudian mengingatkan bahwa sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara seperti Thailand dan Myanmar dilanda banjir besar dalam beberapa waktu terakhir.
Ia berharap seluruh pihak terkait dapat mempersiapkan segala kemungkinan terburuk dan melakukan tindak pencegahan agar hal serupa tidak terjadi di Indonesia, khususnya Jakarta.
"Meski akhir-akhir ini Jakarta selamat tapi kita tidak bisa `under estimate` akan masalah ini," ujarnya.
Presiden melakukan kunjungan kerja selama empat hari di Prancis, 31 Oktober hingga 4 November 2011 guna menyampaikan pidato utama dalam sidang umum UNESCO dan menghadiri pertemuan puncak G20.
Sementara itu pada Minggu malam (30/10) kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, dilanda banjir dengan ketinggian antara satu sampai dua meter sehingga sejumlah warga harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Menurut Petugas Posko PMI Pusat, sekitar lima RT di kawasan itu terendam air akibat meluapnya Sungai Krukut. Sekitar 239 kepala keluarga (kk) yang rumahnya terkena banjir tersebar di lima RT yaitu RT 19 yang terdiri dari 36 Kepala Keluarga (KK), RT 12 (76 KK), RT 10 (15 KK), RT 11 (76 KK), dan RT14 (36 KK).
PMI Pusat disebutkan telah membantu proses evakuasi dan membagikan nasi bungkus untuk makan malam para korban banjir. Banjir akibat meluapnya Sungai Krukut itu mulai surut pada Senin dini hari.
Share this : Share [refer to site map]

Comments {+}
Leave a Response