Distamkam Imbau Masyarakat Waspada Pohon Tumbang
Bandung, (GNI)- Memasuki musim penghujan saat ini. Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Bandung menghimbau masyarakat dan sekitarnya agara mewaspadai pohon tumbang di musim penghujan. Karena, kejadian pohon yang tumbang hasil data telah terjadi 14 pohon tumbang selama November 2011 ini.
Kadistamkam Kota Bandung, Yogi Supardjo mengatakan, dari 480.000 pohon pelindung yang ada di Kota Bandung, 800 di antaranya rawan tumbang karena usianya sudah sangat tua atau di atas 50 tahun. Selama bulan November ini ada 14 pohon tumbang.Mayoritas karena pohon sudah tua.
“Kalau (pohon tumbang) yang di Jalan Braga (Sungai Cikapundung) itu karena kirmir ambrol,”ungkap Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Yogi Supardjo usai mengisi sebuah acara di area Car Fee Day Dago, Taman Cikapayang, Minggu , (27/11/11)kemarin.
Untuk mengantisipasi pohon tumbang, selama tahun 2011 ini pihaknya telah menebang 1.300 pohon yang sudah tua. Selain karena faktor usia, efek kanibalisme dan pembuangan limbah juga bisa mengakibatkan pohon rapuh dan keropos, sehingga sangat mudah untuk tumbang.“Kanibalisme seperti menguliti batang pohon atau bisa juga yang membuang limbah air sabun ke pohon,lama-lama akarnya nanti busuk. Lalu penempelan paku di pohon juga bisa mengakibatkan infeksi, sehingga mudah keropos,”jelas Yogi.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak lagi ada yang memaku, menyiram dengan cairan kimia, dan membakar sampah di bawah pohon.Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menanam sekitar 1,5 juta pohon di sepanjang 1.200 kilometer jalan Kota Bandung.“Selain pohon tumbang, bahaya longsor pun mengancam lingkungan Kota Bandung, terutama di daerah aliran Sungai Cikapundung karena banyak tebing dan tembok rumah yang bisa tergerus derasnya aliran sungai hingga roboh dan memakan korban,” tandasnya.
Share this : Share [refer to site map]

Comments {+}
Leave a Response