Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tahu dan Temp Kesulitan

Bandung, (GNI) - Ketua Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Jawa Barat, Asep Nurdin menyatakan, bahwa harga kedelai dalam satu bulan terakhir ini terus melonjak naik akibatnya para pengrajin tahu dan tempe mengalami kesulitan untuk membuat makanan pokok tersebut. Pada awal Januari lalu harganya Rp5000 per kg namun saat ini sudah mencapai antara Rp6.100 hingga Rp6.500 per kg. AKibatnya perajin tahu dan tempe mengalami kesulitan.
Akibatnya perajin tahu dan tempe harus mengurangi produksinya, khusus untuk tahu, ukurannya diperkecil," ujarnya saat beritan dilansir dari Jabarprov.
Dia menyatakan untuk perajin tempe, kenaikan harga kedelai masih bisa diatasi dengan mengganti kedelai dengan bahan lain seperti kacang atau jagung. Meski diakui kualitasnya sedikit turun.
Namun untuk tahu, hal itu tidak bisa dilakukan. Kedelai adalah bahan baku utama pembuatan tahu sehingga tidak bisa digantikan dengan bahan lain. Perajin tahulah yang saat ini benar-benar merasakan dampak dari naiknya harga kedelai saat ini.
"Produksi tahu setiap perajin skala kecil dan menengah perhari kini hanya sekitar 30 hingga 45 kg per hari dari sebelumnya mencapai 65 kg per hari."
Perajin tidak mungkin menaikan harga tahu atau tempe karena pasti akan ditinggalkan oleh pembeli karena saat ini daya beli masyarakat menurun. Harga tahu ditingkat perajin saat ini antara Rp450 hingga Rp650 per buah, jika dinaiakan maka pengecer akan kesulitan menjual kepada konsumen.
Perajin kecil dibeberapa sentra penghasil tahu kini memilih untuk berhenti berproduksi. Sementara perajin menengah tetap berproduksi karena tidak ada pekerjaan lain selain menjadi perajin tahu dan tempe.
Anggota Kopti Jabar kini mencapai 7.500 orang. Jika dalam dua atau tiga bulan kedepan harga kedelai masih tinggi, Asep mengkhawatirkan akan semakin banyak perajin tahu dan tempe kelas kecil yang memilih berhenti berproduksi. Sentra tahu konsumsi teman nasi di Jabar saat ini berada di Cibuntu sementara tahu untuk camilan masih terpusat di Sumedang.Share this : Share [refer to site map]

3:20 pm