Yayasan Batik Himbau Pengrajin Mulai Memiliki Kesadaran

Bandung, (GNI)- Yayasan Batik Jawa Barat menghimbau kepada para perajin batik yang ada di Jawa Barat untuk mulai memiliki kesadaran, dengan membuat sistem pengolahan limbah sebelum air bekas proses pewarnaan dibuang ke sungai.
Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat Sendy Yusuf mengatakan langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi tingkat pencemaran air sungai yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.
“Limbah cair dari pewarnaan batik ini tidak mencemari lingkungan, jadi masyarakat yang berada di lingkungan sekitar pembatikan itu juga merasa nyaman,” ujanya.
Menurutnya, untuk membuat sistem pengolahan limbah, para perajin batik tidak perlu membuat seperti instalasi pengolahan air limbah atau IPAL yang ada di industri besar, tetapi cukup membuat beberapa bak penampungan limbah yang sangat sederhana.
“Hanya dengan beberapa kolam penampungan dengan media ijuk, arang serta batu bata, perajin sudah bisa mengolah limbah dengan baik. Ini tidak perlu biaya yang mahal,” tuturnya.

9:03 am