BPBIAT Berhasil Kembangkan Ikan Nila Unggulan

Bandung, (GNI)- Balai Pengembangan Benih Ikan Air Tawar (BPBIAT) Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat menorehkan prestasi gemilang. Kini telah berhasil kembangkan ikan nila unggulan diberi nama Nirwana, Nila Ras Wanayasa.
“Jenis ikan ini oleh Kementrian Perikanan dan Kelautan diakui sebagai kekayaan nasional dan menjadi komoditas internasional,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat, Ir. Ahmad Hadadi, Msi kepada wartawan belum lama ini.
Kini, ikan Nila Ras Wanayasa tersebut, menurut Ahmad Hadadi telah menyebar dan dibudidayakan oleh petani ikan di seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan ikan nila ini sudah menembus pasar Eropa dan Amerika. Indonesia merupakan urutan ketiga pengekspor nila terbesar setelah China dan Taiwan.
“Mudah-mudahan ke depan produksi nila kita menjadi urutan pertama,” katanya.
Selain diekspor ke Eropa dan Amerika, benih nila Nirwana sudah diekspor ke Philipina. Pasar Philipina sangat cerah untuk benih jenis ikan ini karena per harinya Negara tersebut membutuhkan 1 juta ekor. Sedangkan yang terpenuhi rata-rata hanya seratus ribu sampai dua ratus ribu ekor saja.
Budidaya ikan nila
Kepala BPBIAT Wanayasa, Budiman, MSi menambahkan, budidaya ikan nila Nirwana sebenarnya tidaklah sulit. Pembenihannya dapat dilakukan pada kolam tanah dengan konstruksi kemiringan dasar kolam dibuat masing-masing 2-5% atau pada bak semen/hapa.
Persiapan kolam meliputi perataan tanah dasar kolam dan pemupukan dengan pupuk kandang antara 250-1000 gram/meter persegi. Pemijahan di kolam tanah seluas 500 meter persegi dengan kedalaman air antara 60 sampai 100 cm. Induk jantan dan betina dimasukkan bersama, dengan padat tebar 1 ekor/meter persegi. Sedangkan perbandingan jantan dan betina adalah 1:3.
Selama pemijahan induk diberi pakan tambahan berupa pellet sebanyak 1-2% perhari dari berat total ikan. Kemudian panen larva dilakukan dengan cara menangkap larva menggunakan sair halus atau sirib halus secara langsung di permukaan air kolam, terutama larva yang sedang bergerombol diasuh induknya.
“Pemungutan larva seperti ini bisa dilakukan setiap hari dan setelah terkumpul langsung ditebarkan ke kolam,” katanya.

Comments {+}
Leave a Response