BJB Kucurkan Kredit Projek Pembagunan Gedung MNC Financial Center
Jakarta, (GNI)- Direktur Utama Bank BJB, Bien Subiantoro menyatakan bahwa, BJB mengucuran kredit sindikasi projek pembangunan gedung MNC Financial Center senilai Rp 150 miliar. Sebagai partisipan adalah Bank Sumut dan Bank Papua.
Bien mengatakan bahwa, kami selaku arranger dan agent pada kredit sindikasi berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam pembiayaan sektor produktif," kata Dirut BJB Bien Subiantoro seusai penandatanganan kredit sindikasi itu di MNC Tower Jln. Kebon Sirih Jakarta, Jumat (16/9).
Menurutnya, ketiga bank tersebut masing-masing mengucurkan kredit sebesar Rp 50 miliar dengan jangka waktu pengembalian 10 tahun. Bank BJB menyiapkan dana antara Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun untuk kredit sindikasi sampai akhir tahun ini.
Sampai dengan September 2011, kredit sindikasi yang dikucurkan BJB telah mencapai Rp 5 triliun di mana sebagian besar untuk projek infrastruktur seperti listrik, jalan tol, dan industri.
Secara keseluruhan, kata Bien, BJB menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 28 triliun hingga Rp 30 triliun sampai akhir 2011. Sampai Juni sudah disalurkan Rp 26 triliun.
Bien menjelaskan, mayoritas kredit tersebut disalurkan ke sektor konsumer. "Sekarang BJB masih konsumer sekitar 60-70% karena selama ini pasar BJB adalah kredit konsumer fixed income seperti pegawai berpenghasilan tetap," katanya.
Untuk ke depannya porsi kredit akan diseimbangkan antara yang komersial dan konsumer. "Ke depan tentunya komersial lebih banyak, contohnya infrastruktur. Mungkin ke depannya turunlah porsi konsumer menuju ke 50:50," tuturnya.
Adapun untuk kredit mikro sampai Agustus 2011 tercatat sebesar Rp 3 triliun. "Kredit mikro akan menjadi prioritas kita untuk membangun jaringan mikro karena potensinya cukup besar," ujarnya.
"Tahun lalu (Agustus 2010) kredit mikro kami kira-kira Rp 1,5 triliun. Jadi dua kali lipat lebih lah karena setiap tahun mikro itu ditargetkan naik dua kali lipat sekitar Rp 3,5 triliun," sambungnya.
Sementara untuk non performing loan (kredit bermasalah/NPL) tercatat sebesar 2%. "NPL seluruhnya sekitar 2%. Paling rendah memang di consumer. Itu per Agustus 2011," kata Bien.
Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) sampai saat ini sebesar Rp 37 triliun. Porsinya masih 60% deposito, 40% untuk giro dan tabungan. Tumbuh 20% setiap tahun.
Share this : Share [refer to site map]

Comments {+}
Leave a Response