Partai Berkuasa di Yaman Terima Pengunduran Saleh
Sana`a (GNI),- Terkait dengan Partai yang berkuasa di Yaman dan oposisi pada Sabtu (23/04) pecan kemarin, menyatakan bahwa mereka telah menerima rencana bagi presiden untuk mengundurkan diri dalam waktu beberapa pekan dan diberi kekebalan dari hukuman.
Tapi tak ada penjelasan apakah tindakan itu akan membuat negeri tersebut tenang dari kerusuhan. Banyak pemrotes yang menuntut penggulingan Ali Abdullah Saleh setelah hampir 33 tahun memerintah telah tewas dalam beberapa bulan kerusuhan di kalangan pemuda Yaman yang diilhami oleh gelombang pemberontak di dunia Arab.
Mereka menuduh Saleh melakukan korupsi dan salah dalam menangani negara miskin dengan 23 warga tesebut, Yang dikatakan banyak pengulas dapat menghadapi kekacauan.
Setelah bertahun-tahun mendukung Saleh sebagai benteng terhadap ketidak-stabilan dan kegiatan cabang Al-Qaida di Yaman, tetangganya yang kuat --Arab Saudi-- dan Amerika Serikat telah mulai menekan Saleh agar merundingkan penyerahan kekuasaan.
Satu rencana yang disusun oleh Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yang terdiri atas negara Arab termasuk Arab Saudi, mengusulkan Saleh menyerahkan kekuasaan kepada wakil presidennya satu bulan setelah kesepakatan ditandatangani dengan oposisi, dan diberi kekebalan dari hukuman buat dirinya, keluarga dan pembantunya.
"Partai yang berkuasa memberitahu menteri luar negeri GCC tentang penerimaan mereka atas rencana penuh Teluk," kata jurubicara partai tersebut Tariq Shami kepada Reuters pada Sabtu.
Belum ada komentar dari GCC.
Koalisi oposisi pada Sabtu menyatakan mereka sekarang akan menyepakati unsur utama rencana itu. Sebelumnya, kelompok tersebut menolak gagasan mengenai kekebalan buat Saleh.
"Oposisi menyambut gagasan itu dengan pengecualian mengenai pembentukan pemerintah persatuan nasional," kata pemimpin oposisi saat ini, Yassin Noman.
Juru bicara oposisi Mohammed Qahtan mengatakan kepada stasiun televisi Al Jazeera bahwa dasar penting berupa kepercayaan tak ada bagi oposisi untuk bergabung dengan pemerintah persatuan nasional.
Tapi ia menjelaskan oposisi tak memandang itu sebagai penghalang dasar bagi penerapan rencana tersebut.
Share this : Share [refer to site map]
Comments {+}
Leave a Response