Unidra Jakarta Proritaskan Pendidikan Murah dan Berkualitas

Jakarta, (GNI)- Setiap Perguruan Tinggi Di seluruh Indonesia selalu berbeda beda Program Studinya. Ada yang di favoritkan atau diunggulkan begitu juga dengan di kampus Unindra Jakarta Prioritas Utama, Selenggarakan Pendidikan Murah dengan Tetap Jaga Kualitas Baik
Di dalam sebuah perguruan tinggi ada program study yang banyak diminati oleh mahasiswa, ada pula program study yang kurang diminati oleh mahasiswa. Hal itu wajar dan alamiah saja dialami oleh setiap perguruan tinggi. Program study yang kurang diminati itu biasanya pemasukan keuangan terhadap perguruan tinggi tersebut tak sebanyak dibanding pemasukan program study yang banyak diminati mahasiswa.Untuk mengatasi itu bisa dilakukan subsidi silang bagi program study yang banyak diminati mahasiswa terhadap program study yang kurang diminati mahasiswa.
"Di dalam sebuah perguruan tinggi ada program study yang gemuk (banyak diminati mahasiswa, red), ada juga program study yang kurus (kurang diminati mahasiswa, red), itu bisa dilakukan subsidi silang, dan itu suatu hal yang wajar di sebuah perguruan tinggi," kata rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Prof Dr H Sumaryoto kepadaglobalnews Online, di ruang kerjanya, pada .Maret 2011 kemarin.
Ia mencontohkan, ada program study yang satu kelasnya berisi 50 mahasiswa, tapi ada program study lain yang satu kelas hanya berisi 10 orang, itu bisa disubsidi silang, karena masih satu managemen. Asal tidak semua program study kurus alias kurang mahasiswanya, itu berarti sudah tidak layak operasi.
Program study yang kurang diminati mahasiswa biasanya program study: arkeologi, sejarah, geografi dan arsitektur. Meskipun masih dibutuhkan tapi itu peminatnya sedikit. Sementara program study seperti: tekhnik, elektro, akutansi, bahasa inggris, ekonomi, informatika dan matematika itu peminatnya banyak.
"Alhamdulillah, sekurang-kurangnya program study yang kurang diminati mahasiswa, di Unindra minimal satu kelas mahasiswanya 30 orang, sehingga program yang kurang diminati itu tidak perlu disubsidi, alias sudah bisa menghidupi program studynya sendiri," papar Sumaryoto.
Sumaryoto menambahkan, di Unindra tidak ada program study yang tidak mengkaver biaya operasionalnya.
Yang jelas ia berpendapat, kalau memang ada perguruan tinggi yang masih layak berdiri maka biarkan saja beroperasi, kalau memang sudah tidak layak maka diminta dibubarkan dan menyalurkan mahasiswanya ke perguruan tinggi yang sehat.
Bagi Unindra, menurut Sumaryoto, untuk menyelenggarakan pendidikan perguruan tinggi yang murah, tapi tetap menjaga kualitas yang baik merupakan prioritas utama. Unindra mengedepankan pelayanan yang baik bagi mahasiswanya, melayani hak-haknya, suasana belajar yang aman, bersih dan nyaman.
Unindra juga salah satu Universitas yang tak pernah terdengar ada tawuran antara mahasiswanya, pihak universitas selalu menanamkan agar mahasiswanya bersikap tertib. “Kami tak pernah menggelar pertunjukan yang kerap menimbulkan aksi kerusuhan, yang sering digelar di Unindra seperti pertunjukan wayang kulit, karena wayang merupakan pertunjukan yang teratur, santun, tertib, penontonnya juga tertib.
Share this : Share [refer to site map]
Comments {+}
Leave a Response