Isi Waktu Ramadhan, Siswa SMAN 9 Bandung Gelar Sanlat
Bandung (GNI),- Dalam rangka mengisi waktu sekaligus menyambut Bulan Suci Ramadhan 1432 H, seluruh siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 9 Bandung menggelar berbagai acara kegiatan seperti, buka bareng (bukber), bakti sosial berbagi makanan tajil kepada warga, yang jadi pokok utama adalah pesantren kilat (Sanlat), selama enam hari berturut-turut dari tanggal 15 s/d 24 Agustus 2011 mulai dari kelas sepuluh dan tiga belas kurang lebih di ikuti 1.200 siswa.
“Kegiatan ini merupakan moment yang tepat khususnya di Bulan Suci Ramadhan, di samping itu juga sekaligus di tunjang program dari Dinas Pendidikan Kota Bandung dimana sekolah di Kota Bandung agar mengadakan kegiatan keagamaan pada bulan Ramadhan ” ujar Drs. Agus Sudrajat, sebagai Wakasek bidang Kehumasan SMAN 9 Bandung, kepada GNI saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (08/08/2011).
Lanjut Agus, kegiatan tersebut sudah menjadi agenda rutinitas setiap tahunnya setiap menginjak bulan Ramadhan, Sanlat di mulai pukul 7.00 WIB s/d pukul 12.00 WIB, yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan serta merubah sikap dan mental para siswa. Diharapkan kedepannya, semua siswa mempunyai sifat berahlakul khaimah, selain daripada itu agar lebih mempertebal tentang ilmu Agama Islam .
Di dalam kegiatan Sanlat nantinya, untuk guru pembimbing kami bekerjasama dengan Alumni SMAN 9 serta guru pendidikan agama islam (PAI) dari SMAN 9 Bandung. Materi yang akan di berikan kepada siswa nantinya adalah seputar muatan keagamaan seperti; aqidah, ahlak, sejarah Islam, baca tulis Al-Quran, praktek shalat jenazah sebagian besar tafsir dan sharing tentang keagamaan. “Rencananya setelah penutupan Sanlat nantinya, keluarga besar SMAN 9 Bandung akan mengadakan buka bareng bersama seluruh siswa dan guru” ujar Agus.
Mempunyai jiwa sosial tinggi
Sementara itu, pada kesempatan yang sama Akhmad, Wakil Kesiswaan mengatakan bahwa, pihak sekolah sendiri selain menggelar kegiatan keagamaan, para siswa pun bukan hanya di bulan suci Ramadhan saja mengadakan kegiatan keagamaan, seperti setiap hari Jumat, sehari-hari juga siswa agar menjalankan sholat duha sebelum waktu kegiatan belajar mengajar (KBM) lima menit sebelum masuk karena fasiltas mesjid telah kami sediakan.
“Pihak sekolah juga menuntut siswa agar mempunyai jiwa sosial yang tinggi, rancananya mereka akan mengumpulkan berupa infak nantinya di jadikan makanan buat tajil yang akan di berikan kepada warga kurang mampu stelah Sanlat selesai, lebih ke bakti sosial” kata Akhmad.
Share this : Share [refer to site map]
Comments {+}
Leave a Response