Menteri Agama: Muncul Berbagai Aliran Sesat, Disebabkan Kekosongan Dakwah di Masyarakat
Jakarta (GNI),- Terkait adanya muncul berbagai macam aliran sesat dan sempalan di Indonesia ini tidak lepas dari kekosongan dakwah di masyarakat. Revitalisasi pendidikan agama berbasis keluarga, sekolah, dan masyarakat perlu berkesinambungan.
"Maka program Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji itu untuk cegah masuknya pemikiran/paham ajaran sesat dan mencegah rusaknya akhlak generasi muda," demikian diungkapkan Menteri Agama Suryadharma Ali saat meluncurkan program Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji (Gemmar Mengaji) di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (30/03/2011).
Suryadharma mengaku prihatin terhadap maraknya aliran sesat ditengah masyarakat. Kelompok sesat ataupun sempalan itu menyatakan sebagai umat Islam, tapi di dalamnya justru mengacak-acak Islam.
"Rusaknya akhlak dan moral generasi muda dan maraknya aliran sesat itu menunjukkan kekosongan dakwah yang dimanfaatkan oleh sekelompok orang," kata Suryadharma di hadapan ribuan ibu-ibu majelis taklim yang memadati Istora.
Untuk itu, Suryadharma mengajak seluruh komponen untuk hijrah dari fanatisme golongan dan mahzab, dan mencegah permusuhan di antara umat. "Kebebasan dalam bergama, itu harus ada batasnya. Kebebasan, tidak boleh menghina dan acak-acak kitab suci agama lain. Nabi terkahir adalah Muhammad, dan tidak ada lagi nabi lagi. Begitu juga kitab suci Al quran," kata Suryadharma.
Suryadharma mengatakan program Gemmar Mengaji ini perlu didukung oleh semua pihak. Program ini merupakan terobosan untuk memperbaiki akhlak umat. Selain itu, program ini diharapkan generasi muda sejak dini betul-betul pahami ajaran agamanya.
"Selain masalah kemiskinan, dan SDM, ada miskin akhlak. Semua pihak ambil peran masing-masing untuk selamatkan akhlak kita," katanya.

Comments {+}
Leave a Response