Pemkot dan PLN Sosialisasikan Arus Pendek Listrik

Bandung, (GNI)- Pemerintah Kota Bandung bekerja sama dengan PLN Bandung menyelenggarakan memberikan pemahaman mengenai terjadinya kebakaran akibat arus pendek. Sosialisasi tersebut, bertujuan agar dapat mengetahui sebab dan akibatnya terjadinya kebakaran dari arus pendek.
Demikian dikatakan, Manajer APJ PLN Bandung, Budi Pangestu dalam sambutannya saat ditemui GNI di Pendopo Jumat, (11/03) kemarin.
Menurutnya, hampir 60% kebakaran diakibatkan oleh hubungan arus pendek secara garis besar kebakaran yang diakibatkan korsleting atau arus pendek disebabkan oleh material listrik yang digunakan tidak sesuai peruntukannya dan mengambil listrik yang tidak sesuai aturan sehingga arusnya tidak melewati pengaman. “penggunaan material yang tidak sesuai itu, misal kabel yang berserabut dipakai untuk instalasi padahal itu tidak benar, kemudian bahan-bahan lainnya yang digunakan tidak ber-SNI” ujarnya.
Budi juga menuturkan penggunaan daya yang berlebihan dan dipaksa serta layangan yang mengganggu kabel listrik juga, merupakan hal-hal yang menyebabkan kebakaran.
“Biasanya apabila kita menggunakan listrik yang berlebihan maka MCB itu akan memutus listriknya dan tombolnya akan turun, tetapi masyarakat karena ingin listriknya tetap mengalir dengan daya yang ada maka mereka suka mengganjal tombol tersebut agar tidak turun. Memang akibatnya listrik tetap menyala tetapi nantinya pengaman yang ada di MCB tersebut tidak berfungsi lagi” tandasnya.
Kiat-kiat dalam mengahidari kebakaran yang diakibatkan oleh listrik, seperti mempergunakan listrik sesuai daya dan peruntukannya, hindarai penggunaan listrik yang tidak bers-SNI, hindari pencurian listrik, periksakan listrik yang sudah berumur lebih dari 5 tahun, dan hindari stop kontak yang bertumpuk.
“Di pasaran memang banyak peralatan listrik yang tidak ber-SNI, tetapi kita tidak bisa menertibkannya karena hal itu bukan wewenang dari PLN, kita hanya bisa menghimbau masyarakat agar mau menggunakan barang-barang yang ber-SNI, demi keamanan”, paparnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Dada Rosada mengatgakan, Terkait dengan banyaknya peralatan elektronika yang ada di pasaran tidak ber-SNI dan dipergunakan oleh masyarakat. Ia menilai hal tersebut mungkin akibat dari harga barang-barang tersebut yang harganya yang lebih mahal dari yang biasa, sehingga masyarakat biasa lebih memilih yang murah.
Ia, pun menyarankan kepada PLN agar dapat mengatur hal tersebut, sehingga masyarakat dapat menggunakan peralatan listrik yang ber-SNI saja, karena hal tersebut demi kebaikan dan keamanannya. “Contohnya seperti daging, biasanya kan daging yang tidak berstempel dimusnahkan”, Ujar Dada.
Untuk itu, Dada meminta kepada PLN agar tidak memberikan listrik kepada bangunan yang tidak mempunyai ijin. Apabila sudah ada bangunan yang mempunyai listrik tetapi tidak berijin sebaiknya diputus saja. “Sejak tahun 78 pemkot sudah memberikan edaran kepada PLN agar tidak memberikan listrik kepada bangunan yang tidak berijin, dan edaran itu saya rasa belum pernah saya cabut“. Pungkasnya.
Share this : Share [refer to site map]

Comments {+}
Leave a Response