4 Juta Bayi di Jabar Masih Mengalami Kekurangan Gizi
Bandung (GNI),- Sedikitnya 9,84% dari 4 juta bayi di Jawa Barat mengalami kekurangan gizi. Hal ini, disebabkan karena ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya bayi kekurangan gizi tersebut Jabar.Mayoritas yang menjadi penyebab kekurangan gizi di Jabar ini karena pendidikan orang tua akan kesehatan.
"Serta faktor yang paling mendasar adalah karena kondisi ekonomi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Alma Luchyati saat menggelar lokakarya tentang Penguatan Peran dan Fungsi Kelembagaan KB di daerah di Kantor Bappeda Jabar, Jalan Ir. Djuanda, Kota Bandung, Jumat (18/03/2011).
Dia menjelaskan,saat ini di Jabar ada sekitar 9,84% dari 4 juta bayi mengalami kekurangan gizi. Jumlah tersebut juga di antaranya ada yang mengalami hingga gizi buruk. Bayi-bayi yang mengalami kekurangan gizi ini terdapat di beberapa Kabupaten.
Alma menyebutkan, bahwa daerah yang banyak terdapat kasus bayi kekurangan gizi berada di wilayah Kabupaten Karawang, Sukabumi, Cianjur, Garut, Sumedang, Majalengka, Kuningan, dan Kabupaten Cirebon.
“Padadasarnya, kekurangan gizi di Jabar ini masih bisa diatasi dan diminimalisasi. Penyebab kekurangan gizi ini tidak hanya berdasarkan dari faktor ekonomi. Faktor pendidikan orang tua tentang gizi untuk anak pun masih kurang.Karena itu, kami terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya gizi bagi anak,”jelas Alma.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat dalam sambutan yang dibacakan Asisten Daerah (Asda) III Pemprov Jabar Aip Rifai menjelaskan, untuk merespons permasalahan tersebut, pemerintah telah melaksanakan dan mengembangkan program pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana yang dapat memberikan kontribusi untuk mewujudkan manusia Jabar yang mandiri, dinamis, dan sejahtera.
Namun, kataAip, yang cukup menarik saat ini terkait dengan isu kelembagaan yakni dengan terbitnya UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
“Kami berharaprevitalisasiprogrampemberdayaan perempuan,perlindungan anak dan keluarga berencana dapat berjalan secara sinergis antara Pemprov Jabar dan kabupaten/ kota,”ujarnya.
Share this : Share [refer to site map]
Comments {+}
Leave a Response