Jumlah Kehilangan Gabah di Kab. Bandung Mencapai 12,5 Persen
Bandung (GNI),- Adanya jumlah tingkat kehilangan gabah (losses) saat panen padi di Kab. Bandung yang mencapai 12,5 persen dari jumlah panen. Hal itu, disebabkan penanganan panen masih menggunakan cara-cara tradisional dan banyaknya pemulung yang ikut menikmati saat panen.
“Tingkat produktivitas padi per hektare di Kab. Bandung rata-rata mencapai 6,1 ton, namun dengan tingkat kehilangan gabah saat panen mencapai 12,5 persen sehingga dari setiap ton bisa kehilangan 125 Kg,” kata Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan (Distanbunhut) Kab. Bandung, Ir. H. Tisna Umaran, MP, kepada wartawan di Lapangan Upakarti Soreang, Jumat (08/04/2011).
Sedangkan jumlah seluruh produksi Gabah Kering Giling (GKG) selama setahun, menurut Tisna, mencapai 400.000 ton yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kab. Bandung bahkan dikirim ke daerah-daerah lainnya. “Jumlah rendeman di Kab. Bandung mencapai 70 persen sehingga setiap 100 GKG bisa menjadi 70 Kg beras,” ujarnya.
Untuk menekan angka kehilangan gabah saat panen, kata Tisna, para petani bisa menggunakan teknologi perontokkan yang memakai mesin diesel. “Hanya, petani menganggap mesin perontok tidak praktis sebab mesinnya berat dan harus dibawa ke tengah sawah sehingga masih memilih cara-cara tradisional,” katanya.
Share this : Share [refer to site map]
Comments {+}
Leave a Response