Warga Keluhkan Beras Raskin Selalu ber-Kutu dan Bau
Kab. Bandung, (GNI)- Sebagian warga kuhususnya yang menerima bantuan beras untuk rakyat miskin (raskin), mengeluh dengan berbagai macam keluhan. Seperti halnya Rahmat, Ketua RW 16 Kp. Sekecariu, Desa Cimekar, Kec. Cileunyi Kab. Bandung tersebut mengatakan, bahwa dengan adanya raskin memang sangat membantu warganya apa lagi di RW 16 yang meliputi 5 RT itu, kebanyakan warganya dari kalangan menengah ke bawah otomatis sangat dibutuhkan raskin tersebut.
“Namun bukan hanya bantuan saja yang diharapkan warga, akan tetapi, kualitas lah yang perlu di utamakan, kadang-kadang beras raskin suka ber-kutu apakah itu beras memang lama di simpan di gudang?,” ujar Rahmat, selaku Ketua RW, saat ditemui GNI seusai membagikan beras raskin baru-baru ini.
Menurutnya Rahmat, jatah raskin dari desa untuk RW 16 hanya kebagian 6 kuintal saja, yang harus di distribusikan kepada 5 RT dengan jumlah jiwa kurang lebih 350 orang 172 KK. Jika dilihat dari jatah raskin buat RW memang tidak lah cukup idealnya 10 kuintal. Karena, banyak warganya yang ingin kebagian terpaksa per KK hanya kebagian 3,5 kg saja.”saya berharap pemerintah bisa meningkatkan kualitas dan jangan sampai beras ada kutu-nya,” tandasnya.
Sementara itu, hal yang sama di ungkapkan Asep, Kades Buah Batu, Kec. Bojongsoang kab. Bandung, bahwa warga mengeluh dengan kuallitas raskin tersebut. Itu juga, kadang-kadang keadaan raskin selalu ada kutunya serta bau. Asep meminta kepada Bulog agar angka pengiriman di terus tingkatkan.
Desanya, kata asep, hanya mendapatkan jatah 6 ton dari Bulog, yang harus di distrubisakan kepada 13 RW dan 90 RT, disesuiakan sasaran untuk 410 KK dari jumlah jiwa kurang lebih 16.716 orang. Normalnya jatah raskin per KK yaitu 15 kg agar warga semua kebagian terpaksa mereka mendapatkan jatah 5 kg per KK. Ujarnya.
Sebagai daerah rawan banjir, Asep minta agar pihak bulog jangan mengirim saat musim banjir atau hujan, karena warga selalu menganggap itu sebagai bantuan. Hal tersebut pernah kejadian di desa lain, terpaksa warga enggan mau membayarnya. Ujarnya.
Share this : Share [refer to site map]

Comments {+}
Leave a Response