Pemkot Akan Segera Membeli Lahan Sawah 100 Hektar
GNI.Com- Wali Kota Bandung Dada Rosada menyatakan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung secara bertahap dalam kurun waktu dekat ini akan segera membeli lahan sampai 100 Hektar. Selain untuk lahan pertanian, lahan seluas itu juga dapat dijadikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).
“Tentunya dengan adanya lahan nantinya akan membuahkan hasil serta dapat meningkatkan kebutuhan pangan masyarakat, sekaligus cadangan pangan Kota Bandung,” ujar Dada saat melakukan tabur benih padi di Kel. Cisurupan Kec. Cibiru, Sabtu (10/09).
Menurutnya, saat ini lahan pertanian yang dimiliki Pemkot Bandung, sekitar 14,7 Ha lebih. Untuk dapat mencapai seluas lahan yang diinginkan, tentunya kami akan terus membeli lahan , tetapi apabila hal tersebut tidak memungkinkan, maka akan mencarinya ke daerah sekitar Kota Bandung.
”Kita akan berusaha untuk membeli lahan pertanian di daerah Kota Bandung, tetapi tentu saja hal ini kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan kita, apabila susah membeli lahan pertanian di Kota Bandung, tidak menutup kemungkinan untuk membeli lahannya di daerah sekitar, seperti Kabupaten Bandung, Subang, Karawang, Tasikmalaya dan Garut,” tandasnya.
Lanjut Dada, lahan pertanian yang dimiliki pemkot Bandung, nantinya akan digarap oleh kelompok tani yang ada di wilayah tersebut, seperti lahan pertanian yang sudah ada saat ini, di daerah Cisurupan pengelolaannya dilakukan oleh kelompok tani jaya makmur. Awalnya sebelum lahan pertanian itu dimiliki oleh pemkot.
Dalam pembagian hasil tani nantinya, Dada menjelaskan, pembagiannya untuk penggarap 50% dan sisanya untuk pemilik lahan 50%, tetapi setelah lahan tersebut dimiliki oleh pemkot maka pembagiannya 70-30, 70% untuk petani penggarap dan 30% untuk Pemerintah Kota Bandung. Hal tersebut dilakukan agar kesejahteraan petani semakin meningkat.
Sudah Menghasilkan
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung Deddy Mulya, selama ini dari lahan yang dimiliki Pemkot sudah bisa menghasilkan padi sekitar 5 Ton lebih . Dari hasil tersebut, diataranya sebagian sudah disalurkan kepada korban banjir sekitar 3 ton, dan sisanya dalam bentuk gabah kering giling masih tersedia di lumbung padi itu pun sebagai cadangan pangan.
”Sejak tahun 2009, dari lahan pertanian Pemkot sudah dihasilkan sekitar 5 ton untuk Pemerintah Kota Bandung dan sekitar 3 ton sudah disebarkan untuk korban bencana banjir, sedangkan sisanya dalam bentuk gabah kering giling masih tersimpan di lumbung padi, sebagai cadangan pangan,” ujar Deddy.
Deddy menegaskan, bahwa dipilihnya jenis padi ciherang yang ditebar hari itu, karena jenis padi tersebut memiliki beberapa keunggulan seperti produksi yang tinggi sekitar 6 ton/hektar, tahan terhadap serangan hama dan penyakit, baik ditanam di sawah irigasi dan rasanya yang pulen.
Share this : Share [refer to site map]

Comments {+}
Leave a Response