Jelang Mudik Lebaran 2011, DBMP Berikan Perhatian Terhadap para Pemudik
Menjelang Mudik lebaran 2011 pemerintah terus mensterilkan sarana dan prasaran transportasi yang baik, aman dan nyaman agar arus mudik dan arus balik pun tetap lancara tanpa ada kendala yang di inginkan.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, Dinas Bina Marga Provinsi (DBMP) Jawa Barat selalu berupaya memberikan perhatian khusus terhadap jaringan jalan yang akan di lalui oleh para pemudik lebaran khususnya di wilayah Jabar.” Ujar Kepala Dinas Bina Marga Prov Jabar, Dr.Ir.Drs.H.M.Guntoro, MM. dalam sambutannya belum lama ini.
Menurutnya, bahwa lebaran tahun 2011 1432 H sekarang ini diperkirakan arus mudik dan balik akan meningkat dari tahun sebelumnya. Maka dari itu, pihaknya telah menyusun konsep jalur lebaran yaitu dengan mengelompokan jalan menjadi jalan tol, Jalur Utama, Jalur Alternatif, dan Jalur lonjakan lalu lintas selama lebaran.
Dikatakan Guntoro, upaya penelompokan jalan tersebut dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada pengguna jalan agar dapat memilih rute jalan yang paling tepat untuk mencapai tujuan perjalan bagi para pemudik. Diantaranya; Ruas jalan tol Jawa Barat meliputi Jakrata-Bogor-Ciawi (59 Km), jakarta-Cikampek (83 km), Cikampek-Purwakarta-Padalarang (58,5 km), Padalarang-Cileunyi (35 km), Palimanan-Cirebon-Kanci (26,30 km), dan Kanci-Pejagan (34 km). Ucapnya.
Lebih jauh Guntoro mengatakan, bahwa berdasarkan informasi dari Dinas Perhubungan Jawa Barat, dimana jlaur utama yang ada di Jabar terdiri jalan nasional dan jalan propinsi yang mencakup jalur utara, jalur tengah dan jalur selatan. Ruas jalan alternatif yang ada merupakan jalur pilihan yang bisa digunakan jika jalur utagma terjadi kemacetan. Jalur alternatif terdiri dari jalan nasional dan jalan provinsi.
Rawan bencana dan macet
Sementara itu, Guntoro menghimbau kepada masyarakat bahwa, sebagian ruas-ruas jalan yang ada di Jabar berada pada daerah rawan bencana alam. Bencana alam tersebut, disamping karena lokasi jalan berada pada daerah yang labil, juga di sebabkan seringnya adanya penebangan pohon atau pembabatan hutan secara liar, sehingga run off makin meningkat dan tidak tertampung oleh sistem drainase yang ada.
Maka, dengan melihat kondisi tersebut, DBMP Jabar telah membuat peta lokasi-lokasi jalan yang rawa bencana alam seperti longsor, amblas, dan banjir. Di samping itu juga pihgaknya telah mensiagakan alat seperti, dump truck,wheel loader, motor grader, crane truck, excavator back hoe dan lain-lain. Alat tersebut merupakan alat milik DBMP Jabar dan milik Direktorat Jenderal Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum. “Alhamdulliah denagn tersedianya alat-alat tersebut dalam keadaan kondisi baik dan siap untuk di gunakan,” ujarnya Guntoro.
Guntoro memprediksi, dimana setiap tahunnya terdapat daera-daerah yang rawan macet. Yang disebabkan antara lain adanya pasar tumpah, persimpangan jalan, perlintasan pintu rel kereta api, akses tol, terminal dan lain sebagainya. Maka untuk mengatasi kemacetan tersebut, diperlukan manajemen lalu lintas dengan melibatkan Dishub, Polisi Lalu lintas serta intansi lainnya. Untuk itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat yang melintasi jalur rawan macet agar memilih jalur alternatif agar tidak mengakibatkan kemacetan makin panjang.
Share this : Share [refer to site map]

Comments {+}
Leave a Response