Pembangunan Gedung Baru, Fraksi Demokrat Usulkan Digelar Survei

Jakarta (GNI),- Terkait adanya rencana pembangunan gedung baru bagi anggota DPR, Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah mengusulkan digelar survei atas pembangunan gedung baru tersebut. Menurutnya, bahwa rakyat pun perlu diminta persetujuan terhadap rencana pembangungan gedung baru bagi itu.
"Perlu dilakukan survei atau expo menyangkut gedung baru DPR. Agar kita dapat mengetahui masyarakat mana yang menolak gedung baru," kata Jafar kepada wartawan di Gedung DPR, Jumat (01/02/2011) kemarin.
Menurut Jafar, usul itu dia lontarkan karena rencana bangun gedung baru itu panen kritik masyarakat. "Terjadi penolakan karena suara masyarakat menghendaki tidak usah bangun gedung. Fraksi memberikan komentar semacam pandangan ulang sekalipun mereka menyetujuinya semula. Karena DPR adalah wakil rakyat dan gedung DPR adalah gedung rakyat," katanya.
Masih kata Jafar, jika ditemukan kejanggalan, Demokrat siap membatalkan gedung baru. "Kalau ada ditemukan pelanggaran tentu silahkan KPK mengusut dan kami akan menindaklanjuti apapun rekomendasi KPK," katanya.
Namun demikian, Jafar menegaskan, fraksinya menilai perencanaan pembangunan gedung baru DPR sudah sesuai prosedur. "Ini kan gedung baru sudah berposes melalui satu mekanisme perundang-undangan. Gedung yang ada sudah tidak memadahi. Semua sudah berjalan dan melalui proses dan gedung sudah dirancang DPR periode lalu," katanya.
Sebelumnya, Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan kalau ditanya setuju tidaknya dibangun gedung baru, dia yakin rakyat tidak setuju. "Ini jelas saya sampaikan ya, kalau ditanya, masyarakat, perlu gedung baru atau tidak, 100 persen jawabnya tidak. Karena tidak dijelasin," katanya.
"Kalau sistem surveinya perlu gedung baru atau tidak, semua jawab tidak karena gedung sudah ada," tambahnya.
Menurut Marzuki, hanya elite dan akademisi yang paham membahas urgensi pembangunan gedung baru DPR. "Rakyat biasa nggak bisa dibawa. Kalau rakyat biasa dibawa memikirkan bagamana perbaikian sistem, bagaimana perbaikan organisasi, bagaimana perbaikan infrastrukutr, rakyat biasa pusing pikirannya," katanya. Share this : Share [refer to site map]
Comments {+}
Leave a Response