Kapal Geomarin III Telah Laksanakan Program Penelitian Kemitraan Internasional di Selat Makasar

Bandung (GNI),- Kapal yang baru dikeluarkan oleh Puslitbang Geologi Kelautan (PPPGL) Departemen Energi Sumberdaya dan Mineral, baru-baru ini, yakni, Kapal Geomarin III, melaksanakan “Program Penelitian Kemitraan Internasional di Selat Makasar” . Hal ini, dilakukan sebagai realisasi dari program kemitraan internasional antara Puslitbang Geologi Kelautan (PPPGL), Badan Litbang Energi dan Sumberdaya Mineral, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral dengan Pusat Riset Wilayah Laut dan Sumber Daya Nonhayati, Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan serta beberapa Institusi Asing, diantaranya Lamont Doherty Earth Observatory, Columbia University USA, dan First Institute of Oceanography (FIO), China. Demikian dikatakan Kepala P3GL, Ir. H. Subaktian Lubis, M.Sc, ketika dihubungi GNI diruang kerjanya (27/05) kemarin.
Penelitian yang dilakukan tersebut, dikatakan H. Lubis sapaan akrabnya, dilaksanakan mulai besok 28 Mei hingga 5 Juni mendatang. Kegiatan itu, kelanjutan dari program monitoring Indonesian Trough Flow (ITF) yang dilaksanakan bersama Tim NOAA-ITF setahun lalu. “Seperti diketahui, ITF merupakan salah satu bagian dari sirkulasi masa iar laut dunia yang sangat berpengaruh terhadap variasi arus laut musiman di perairan Indonesia.”Katanya.
Dengan kata lain, lanjut H. Lubis, bahwa jika terjadi gangguan system arus musiman ini maka akan membawa dampak yang besar terhadap pertukaran masa air, zat hara yang dibawanya, serta popilasi mahluk hidup di dalamnya.
“Tingkat pertumbuhan ikan di lautpun akan sangat tergantung dari kelancaran pertukaran masa air laut di ITF terutama yang melalui Selat Makasar dan Selat Karimata.”Ujar H. Lubis. Sementara itu, lanjut H. Lubis, tim yang akan melakukan pelayaran ini, dipimpin oleh DR. Ir. Budi Sulistio (Senior Oceanography) yang dimuali dari Pelabuhan Cirebon Kamis besok, dengan membawa peralatan Trawl Resistant Bottom Mounted (TRBM) dan Accoustic Doppler Current Profiller (ADCP), Current Temperature and Depth (CTD) Profiler serta peralatan navigasi canggih Dynamic Posstion (DP-1).
Selain melaksanakan pengangkatan seperangkan monitoring ini, ditambahkan H. Lubis, juga akan dilakukan pemeruman di sepanjang lintasan sehingga program ini akan menghasilkan pemutakhiran data batimetri di sepanjang lintasan kapal. “Tim peneliti berjumlah 25 orang yang terdiri dari para peneliti dari berbagai institusi kelauatan nasional serta dengan ditambah 25 awak kapal.”.Imbuhnya. Progaram kemitraan ini juga akan dilanjutkan, masih dikatakan H. Lubis, pada bulan Juni 2009 di Selat Sunda dan bulan Oktober serta November di Selat Karimata.
Dengan demikian hasil monitoring ITF tahun 2009 ini, yang mencakup lintasan masa air Selat Makasar, Selat Karimata, dan Selat Sunda akan memberikan kontribusi saintifik terhadap karakter sirkulasi raus dunia, yang pada gilirannya akan memberikan informasi awak tentang berbagai aspek fenomena kelautan yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang. Selain itu juga, dijelaskan H. Lubis, kegiatan tersebut dapat memberikan bukti bahwa Putra-Putri Indonesia sudah mampu melakukan penelitian sendiri yang bertaraf internasional, dengan menggunakan fasilitas dan aset-aset nasional yang dilakukan secara sinergi.
“Sebelumnya, kami melakukan penelitian berkelas dunia semacam ini selalu menggunakan kapal tenaga asing. Tapi untuk kali ini, tidak menggunakannya karena sudah ada kapal peneliti tercanggih yang dimiliki oleh Negara kita, yakni Kapal Geomarin III.”Tandasnya.
Share this : Share [refer to site map]
Comments {+}
Leave a Response