Nuansa Kampung di Tengah Kota
Nuansa alam kampung bukan hanya dirasakan di pegunungan atau di pinggiran kota saja. Namun jika di salah satu komplek pemukiman yakni, Komplek GBA III, Desa. Cipagalo Kec. Bojongsoang Kab. Bandung sebuah rumah milik keluarga dari Drs. Endah Irawan, M.hum suami Ella Sukmini, S.sn salah satu lulusan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI), Bandung benar-benar nuansa perkampungan sangatlah kental terasa dengan di iringi alunan musik sunda serta kicauan burung.
Sosok perempuan kelahiran Garut, Malambong, yakni Ceu Ella sapaan akrabnya kental akan seni dengan mendirikan sebuah tempat peristirahatan (paniisin Red-Sunda), di belakang rumahnya dengan bangunan perpaduan antara kayu dan bambu menjadi pemandangan yang begitu indah, jika dilihat memang sangatlah jarang dalam sebuah komplek ada pemandangan bernuansakan ala perkampungan yang asri dan enak dipandang jadi ingat waktu di Garut mah ” baheula” .
“Dimana luas tanah yang kini menjadi tempat peristirahannya tersebut keluarga Ceu Ella luas tanahnya kurang lebih 100 meter persegi dengan dua kolam ikan dan dipenuhi beberapa tanaman mulai dari, pohon nangka, jeruk, mangga, delima, bahkan tanaman palawija seperti cabe bawang dan lainnya semuanya ditanam. Hal itu juga kecintaannya terhadap tanaman selalu ia lakukan sebagai keturunan dari keluarga petani,” ungkap Ceu Ella saat disambangi wartawan di kediamannya Jln. Komp. GBA III baru-baru ini.
Mendirikan tempat peristirahatan di belakang rumahnya bagi Ceu Ella siapa saja juga boleh asal mau datang silahkan. Bahkan beberapa rekanya dan teman anak-anak serta teman suaminya selalu kumpul selain untuk istirahat untuk melakukan aktivitas supaya lebih leluasa, akan tetapi masih belum ke arah sana hanya untuk peristirahatan saja. Ujarnya.
Ceu Ella salah satu orang bergaya hidup ala kampung yakni, beberapa peralatan dapurnya mulai dari cukil kayu, dulang, aseupan, se’eng, boboko juga lainnya selalu di pakai untuk kebutuahan memasak. salah satu jadi daya tarik utama bagi para kaum ibu rumah tangga, Ceu Ella saat memasak nasi kini menggunakan sebuah tungku (hawu Red-Sunda) dan alat menyimpan nasi sebuah Dulang terbuat dari bahan kayu jarang sekali ditemukan.
Itulah saat wartawan mengupas kesederhanaan Ceu Ella sehari-hari di rumahnya tersebut karena, nuansa kampung ingin selalu ada dalam keluarganya.
Share this : Share [refer to site map]

Comments {+}
Leave a Response