Talkshow Semangat Indonesiaku

Bertempat di Kuningan Village Resto Jakarta Selatan, Kamis(10/3) Prominent PR dan Karang Taruna,MGTH,Gerakan Pemuda Sehat dan Indonesia Clean Energy menggelar TalkShow "Semangat Indonesiaku"yang kali ini menghadirkan dua pembicara yaitu Taufan EN Rotorasiko Ketua Umum Karang Taruna Nasional dan Muhammad Imdadun Komunitas PARAS foundation, yang di hadiri juga dari para Perwakilan Organisasi Kepemudaan dan Rekan Media.
Dalam Paparannya Taufan EN Rotorasiko mengatakan karang taruna Indonesia sebagai organisasi nasional terdiri dari berbagai latar belakang daerah,suku,agama,rasa dan golongan yang mencakup Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Demikian Juga Organisasi ini berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,hal itu merupakan sesuatu kenyataan yang tidak bisa ditawar-tawar,dalam Talkshow mengenai "Membangun Kesadaran Multikultural "itu perlu dilakukan mengingat kesadaran itu perlu dibangun dikalangan kaum muda demi membangun kedamaian di masyarakat, k arang Taruna Nasional berencana juga mencanangkan lembaga baru bernama Taruna Wirausaha pada April 2011 mendatang. Taruna Wirausaha tersebut bertujuan memberi wawasan dan motivasi kepada para pemuda untuk berwirausaha guna menekan tingkat pengangguran di usia produktif.
"Taruna Wirausaha akan dicanangkan pada April mendatang,
Taufan beranggapan, jika pemuda di daerah mempunyai potensi besar, dan karang taruna melalui lembaga Taruna Wirausaha dapat memberikan wawasan dan pendidikan mengenai cara pemuda beraktualisasi melalui bidang wirausaha.
Ia mengakui, saat ini karang taruna kurang diminati dan dianggap mati suri karena departemen yang menaunginya, Departemen Sosial (Depsos) dibubarkan oleh mantan Presiden Abdurrahman Wahid,lebih Lanjut Taufan menekankan, kaum muda harus mampu hidup dalam Masyarakat multikultural,atau berbagai latar belakang budaya.Sebab itu,kesadaran akan perbedaan agama, suku,bahasa dan rasa seharusnya diakui dengan jelas.Membangun kesaadaran akan multikulturalisme itu juga berarti membangun perdamaian di kalangan masyarakat itu sendiri.
Sementar itu ,Imdadun dari Komunitas PARAS ,sebagai komunitas dibidang pendidikan di masyarakat mengakui bahwa multikulturalisme merupakan keniscayaan yang tidak bisa diabaikannya,keberagaman menjadi tantangan tersendiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.Keberagaman menjadi tantangan tersendiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.Kita harus mengupayakan agar tercipta kehidupan bersama dalam kebhinekaan.Untuk hidup damai,perlu nilai-nilai saeperti toleransi dan menghargai hak-hak orang lain,bangsa besar ini, bangsa Indonesia, telah bersatu dalam keberagaman sejak jaman dahulu.Bila kita menengok kembali ke masa-masa kejayaan kerajaan, misalnya Mataram Kuno,Majapahit,Sriwijaya sampai Mataram yang dipimpin Sultan Agung,masyarakat pada masa itu pun sudah hidup dalam keberagaman.
Baik secara kepercayaan,antara animism,budha dan hindu, kemudian masuk agama Kristen,terakhir disebarkannya agama Islam.dari sisi tradisi dan budaya pun,setiap kerajaan tersebut melahirkan tradisi beraneka ragam.Suku-suku yang membangun kerajaan-kerajaan itu pun beragam, ujar Imdadun, ia juga menambahkan Komunitasa PARAS dulu didirikan oleh Buchori,mantan Rektor UNJ.waktu itu Buchori mengkritisi penyelenggaraan pendidikan secara makro.Komunitas ini sekarang menangani isu-isu multikultur.Komunitas itu saat ini sedang menangani kasus Banten.
Share this : Share [refer to site map]
Comments {+}
Leave a Response