Media Sosial untuk indonesia Damai

Bertempat di Kuningan Village Resto Jakarta-Selatan Kamis 24 Maret 2011 Prominent Public Relations menggelar talkshow”Semangat Indonesiaku” dengan tema Media Sosial untuk Indonesia Damai.
Selain menggalakan Tawira,Karang Taruna juga dapat memanfaatkan media social, seperti ,Twitter,Facebook,dan lain-lain, untuk menjadi alat pemersatu bangsa dab menciptakan perdamaian.dengan media social itu,kita membangun kebersamaan dan persatuan bangsa.
Hal itu dikatakan Ketua Umum Karang Taruna,Taufan EN Rotorasiko dalam acara talkshow bertajuk”Social Media untuk Indonesia Damai” yang diselenggarakan Karang Taruna,di Jakarta , Kamis (24/3).Dengan memanfaatkan media social,mari kita bangun kebersamaan bangsa ini untuk menciptakan perdamaian,ujar Taufan.
Salah seorang narasumber,Fahira Fahmi Idris,pendiri Gerakan Masyarakat Cinta Damai,mengatakan,mereka memanfaatkan Twitter dan Facebook untuk menggalang persatuan dan kesatuan.Gerakan itu diilhami oleh banyaknya konflik yang pecah antar agama,bahkan antar kampong sekitar Oktober 2009.
‘Banyak nilai yang telah bergeser di masyarakat.Misalnya,dulu kita dikenal sebagai masyarakat yang ramah,sopan,tapi belakangan masyarakat kita sering diwarnai perpecahan dan gampang tersulut emosinya,katanya.Adanya kemunduran perilaku social dan nasional ini perlu disikapi oleh pemuda Indonesia,untuk membantu pemerintah,misalnya lewat media social,katanya.
Menurut Fahira Fahmi Idris,masyarakat Cinta Damai melakukan pelatihan, penyuluhan kepada masyarakat,melaksanakan aksi-aksi social dan membantu mencari akar dari permasalahan di masyarakat,katanya.Contohnya,gerakan ini pernah menyatukan dua sekolah yang sering tawuran untuk sama-sama dalam satu kegiatan yang positif.Terbukti dalam kegiatan itu, ikatan emosi positif anak-anak itu terbentuk dan tidak lagi berkelahi satu sama lain.Selain itu, mereka juga melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat karena seringkali akibat himpitan ekonomi, emosi masyarakat menjadi mudah terbakar, katanya.
Dikatakan, media online, terutama social media seperti twitter dan facebook, diakuinya memiliki peran yang penting dalam ikut menyuarakan kedamaian di masyarakat.Banyak kegiatan ataupun karya nyata yang telah dihasilkan Gerakan tersebut melalui perantara media ini, salah satunya ialah berhasil menemukan pendonor darah untuk pendeta di daerah Ciketing.Selain itu , juga dengan media jejaring sosial ini, masyarakat dapat mempunyai role model dalam perilaku dan pemikiran yang positif.ia juga berharap ke depannya,gerakan Masyarakat Cinta Damai akan dapat bekerja sama dengan Karang Taruna untuk mencapai masyarakat Indonesia, khususnya pemuda yang cinta damai,katanya.
Sementara itu, seorang rekonsiliator konflik Agus Muldya, yang juga Dewan Penasihat Karang Taruna Nasional, mengatakan contoh konflik di Libya dan konflik Timur Tengah dapat dilihat dari sudut pandang Indonesia, kemudian tindakan nyata Karang Taruna dan pemanfaatan media sosial.
Dikatakan, perubahan di Timur Tengah tentu menimbukan keresahan di masyarakat dan jika dilihat, di balik keresahan ini akan terjadi konflik antara masyarakat dan negara."fenomena ini perlu dicermati sebagai pelajaran untuk Indonesia, melihat sejarah Indonesia yang pernah mengalami konflik Papua, Permesta, Aceh dan juga permasalahan kesenjangan sosial.Hal ini juga merupakan tantangan untuk Indonesia agar segera bertindak nyata yang berhubungan dengan masyarakat,"ujar Agus Muldya.
Ia menenkan, semua tindakan dilakukan untuk mendorong kebijakan publik dan yang penting, tindakan nyata di masyarakat mengingat peranan media sosial dapat menjadi alat pemersatu bangsa, seperti terjadi di Mesir, Libya, Tunisia.Media Twitter dan Facebook dapat mempermudah orang untuk berbagi opini dan persamaan pendapat sehingga sebuah gerakan dapat terorganisir dengan cepat.
Share this : Share [refer to site map]
Comments {+}
Leave a Response